Saturday, 5 November 2016

Entah di mana kerlipan bintang,
Kapan pula bulan akan purnama, 
Menerjah siang, 
Menyinari malam gulita! 
Sedang unggas terpinga tertanya, 
Mengagak esok adakah lagi. .
Entah ke mana bintang terjatuh, 
D Tanah gersang
lautan dalam 
Atau belantara yang akan tandus!
Terobek terkoyak panji alam? 
Gah terhilang? 
D serah mudah tanpa keringat.
D serah mudah tanpa darah!
Lalu, 
Apalagi 
Lalu, 
Bagaimana?
Menampal hatinya yang luka! 
Memujuk hatinya gundah gulana. .
Rimba d telanjangi , 
Gunung d ratah redah ,
Sungai bakal bersusu lumpur,
Kota diludahi liur sirih ,
Hapak hanyir kusam rejam,
Bukan milikku lagi kota ini!
Bukan hakku lagi rimba belantara itu, 
Gunung dan bukit rebah ,
Aku tersungkur hampir terkujur. .
Lembam warna mu, 
Pucat wajah mu, 
Tidak bermaya 
Kecewa membalut rasa!
Jerat menjerut d nadi lara mu!
Lalunya apalagi, 
Lalunya bagaimana.
Aduhai jalur gemilang ku, 
Aku cinta kasih akan kamu, 
Sepenuh jiwa raga ini, 
Kamu bangsa ku 
Kamu penaung sakitku. 
Apatah daya ku. .
Melihat kamu begini
Robek dada ku
Namun, begini kehidupan 
Erti sebuah kemerdekaan. 
Teterjah d kemaruk waktu!
Adalagikah mertabat mu yang kudus?
Baka bekali zaman berzaman! 
Tatkala nafas terhenti. 
Bersama juraian airmata

Saturday, 22 October 2016

Sunyi unggas tiada germersik 
Sunyi cengkerik seperti hlang suara
Cuma cahaya mengintai
mengintai d celah dedaun yang tertidur

begitu aku tersendu
dalam nostalgia
dalam rangkapan kerdil butir2 ingatan
membilang peristiwa lalu
duka ku sendiri
keringat ku sendiri
langkah ku sendiri
menjengkal sendiri
sendiri menjadi teman sejati
seiring
senada
seirama
aku gagaji jua
walau desa ku rentas
walau onak ku pijaki
walau gunung ku daki
sungai ku renangi 
tetap kental 
tetap tabah
mencari senyum 
mencari tawa.
entah datang, entah tidak

Friday, 21 October 2016

DiA MEMERHATI AKAN DAKU,
WALAU TAIDA KELIBAT DIRI SENDIRI,
NAMUN DIKIRIM SALAM,
DIKIRIM RINDU DI ANGIN LALU.

SEOLAH KU RASAI,
JARI JEMARINYA, 
MENJENTIK KEMELUT JIWA CELARU,
MENGGALI KEROHANIAN TERPERI.

SELAMANYA ,
TIADA KU PEDULI ERTI KEPERGIAN,
TATKALA NYAWA MERANGKAK ATAU BERLARI,
TIADA KU PEDULI ERTI KEPERGIAN,
TATKALA NYAWA MENGGAMIT ,
DALAM DUKA ATAU NESTAPA
DALAM RIA PENUH SYUKUR!

KINI,
DIA KEMBALI,
TANPA RELA KEDUNIAAN FANA!
TANPA KU MENGERTI DALAM TEKA-TEKI,
AKU TERCARI-CARI,
FATIR YANG TERSEMBUNYI...





Wednesday, 19 October 2016

Gunung Payung

Mentari lenyap menghilang ,
Segelap sepi d gua ,
ku nanti,
kesepian ini menjunam ke laut,
ku nanti,
kesepian ini nyah dari bumi.

Mentari lenyap menghilang,
Dalam pencarian nan gelap,
lalu aku tersingkir
lalu aku rebah
lalu aku terkedu
d abad usia senja

Mentari lenyap menghilang
gunung payung 
peduli tiada

mentari hilang
namun esok masih ada